Syaikh Bin Baz

Kelebihan Syaikh Bin Baz


Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (lebih dikenal sebagai Syaikh Bin Baz) adalah mantan Mufti Agung Arab Saudi yang wafat pada tahun 1999 (10:52). Beliau diakui secara internasional sebagai salah satu ulama paling berpengaruh pada abad ke-20 (1:38).
Di kalangan ulama, murid, dan masyarakat dunia Islam, Syaikh Bin Baz memiliki kelebihan, keistimewaan, dan keteladanan yang sangat melegenda, di antaranya:
1. Kebutaan yang Berubah Menjadi Cahaya Ilmu
  • Kehilangan Penglihatan di Usia Muda: Beliau terlahir dengan mata normal, namun pada usia sekitar 16 tahun, beliau terkena penyakit mata yang menyebabkan penglihatannya kabur, hingga akhirnya mengalami buta total pada usia 20 tahun.
  • Daya Ingat yang Menakjubkan (Fotografis): Kebutaan fisik tidak menghentikan beliau. Allah menggantinya dengan mata hati dan memori yang luar biasa tajam. Beliau menghafal Al-Qur'an, puluhan ribu hadis lengkap dengan silsilah perawinya (sanad), serta kitab-kitab hukum fikih hanya dengan mendengarkan orang lain membacakannya untuk beliau.
2. Kedermawanan dan Kepedulian Sosial yang Tanpa Batas
  • Rumah yang Selalu Terbuka: Rumah Syaikh Bin Baz terkenal tidak pernah sepi. Setiap hari, puluhan hingga ratusan orang (mulai dari ulama, pejabat, penuntut ilmu, hingga fakir miskin) datang untuk makan bersama di ruang makan beliau yang sangat besar secara gratis.
  • Gaji yang Habis untuk Sedekah: Beliau menerima gaji yang sangat besar dari kerajaan, namun beliau sendiri hidup dalam kesederhanaan yang ekstrem. Hampir seluruh pendapatan beliau habis digunakan untuk melunasi utang orang lain, membiayai pernikahan pemuda miskin, dan menyantuni janda serta anak yatim di berbagai belahan dunia.
  • Syafaat (Rekomendasi) untuk Umat: Jika ada orang miskin atau tertindas dari negara mana pun yang menulis surat meminta bantuan finansial, pendidikan, atau keadilan, Syaikh Bin Baz akan menulis surat rekomendasi resmi bertandatangan beliau kepada para raja atau menteri agar urusan orang tersebut segera diselesaikan.
3. Ketawadhuan (Rendah Hati) yang Luar Biasa
  • Menerima Masukan dari Siapa Saja: Meskipun beliau adalah otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi, beliau sangat terbuka terhadap koreksi. Jika ada murid biasa atau orang awam yang mengingatkan bahwa beliau keliru dalam menyebutkan suatu lafal hadis saat mengajar, beliau akan langsung menerimanya dengan senang hati tanpa rasa sombong.
  • Saling Memuji Antar Ulama: Kehebatan beliau diakui oleh ulama-ulama besar setelahnya. Syaikh Utsaimin dan Syaikh Shalih Fauzan merupakan murid-muridnya yang sangat menghormati beliau (1:16). Sebelum wafat, ketika Syaikh Bin Baz ditanya kepada siapa umat harus merujuk jika beliau meninggal, beliau dengan tawadhu menunjuk Syaikh Shalih Fauzan (10:37).
4. Manajemen Waktu dan Stamina Ibadah yang Kuat
  • Tidur yang Sangat Sedikit: Murid-murid terdekatnya bersaksi bahwa dalam 24 jam, Syaikh Bin Baz biasanya hanya tidur selama 2 hingga 3 jam saja. Sisa waktu hidupnya dihabiskan secara penuh untuk shalat malam, berzikir, mengajar, membaca (didengarkan), dan melayani urusan kaum muslimin.
  • Konsistensi hingga Akhir Hayat: Bahkan dalam kondisi sakit menjelang wafatnya di usia sekitar 89 tahun, beliau tetap memaksakan diri untuk menghadiri rapat dewan ulama dan menjawab pertanyaan umat yang tak henti-hentinya masuk.
5. Akhlak yang Lembut dan Tenang
  • Menghadapi Kritik dengan Doa: Beliau sering kali mendapat kritikan tajam atau fitnah dari pihak-pihak yang tidak sepaham dengan dakwahnya. Namun, beliau dikenal tidak pernah membalas dengan kemarahan atau caci maki. Beliau selalu mendoakan hidayah dan kebaikan bagi orang-orang yang membencinya.
Apakah Anda ingin mengetahui bagaimana metode belajar Syaikh Bin Baz dalam menghafal hadis meskipun dalam kondisi buta, atau tertarik dengan kisah pertemuan unik antara beliau dengan para penuntut ilmu dari Indonesia?

Comments

Popular posts from this blog

Buku Best Seller Sepanjang Masa yang sudah berhasil

cara mendapat uang dari facebook

Tentang Si Raja Blog